PELATIHAN PENYIAPAN DAGING SAPI LOKAL SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI PENGOLAHAN DAGING DALAM NEGERI

PELATIHAN

PENYIAPAN DAGING SAPI LOKAL SEBAGAI BAHAN BAKU

INDUSTRI PENGOLAHAN DAGING DALAM NEGERI

INDUSTRI MAKANAN,

HASIL LAUT DAN PERIKANAN

pada tanggal 28 Mei s/d -1 Juni 2012 Di Kuta, Bali

Sebagai bagian dari industri makanan, industri pengolahan daging merupakan salah satu industri strategis untuk dikembangkan karena terus meningkatnya konsumsi produk olahan daging dari tahun ke tahun.

Dalam rangka usaha meningkatkan kemandirian industri pengolahan daging dalam negeri, Pemerintah telah mencanangkan Program Swasembada Daging tahun 2014 yang bertujuan untuk lebih mengoptimalkan peran  peternak sapi dalam negeri dalam pemenuhan kebutuhan daging di dalam negeri.

Untuk mendukung Program Swasembada Daging 2014 ini Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah melakukan Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau (PSPK) tahun 2011 yang meliputi 33 Provinsi, 497 Kabupaten/Kota, 6699 Kecamatan, dan 77.548 Desa/Kelurahan.

Hasil PSPK 2011 menunjukkan bahwa di Indonesia terdapat 14,8 Juta sapi potong; 597,2 ribu ekor sapi perah dan 1,3 juta ekor kerbau. Selain PSPK 2011, untuk mendukung Program Swasembada 2014 Pemerintah telah melakukan pembatasan impor sapi dan daging sapi dari luar negeri.

Di sisi lain, fakta di lapangan menunjukkan bahwa  telah terjadi kelangkaan bahan baku daging bagi industri pengolahan daging di dalam negeri sehingga menimbulkan ketidakpastian usaha yang pada akhirnya akan membuat sulitnya perencanaan pengembangan perusahaan industri olahan berbasis daging sapi.

Kelangkaan bahan baku daging sapi bagi industri dalam negeri ini disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya; spesifikasi daging sapi dalam negeri yang belum memenuhi standar bahan baku industri oalahan daging, belum dikuasainya teknik pemotongan bahan baku untuk industri olahan daging, serta masalah transportasi sapi yang lebih sulit dibandingkan transportasi daging.

Oleh karena itu Kementerian Perindustrian dalam hal ini Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan, Direktorat Jenderal Industri Agro-Kementerian Perindustrian sebagai pembina Industri Pengolahan Daging Dalam Negeri terus berupaya agar industri pengolahan daging dapat terus berkembang tanpa dihadapkan pada masalah keterbatasan pemenuhan bahan baku.

Berbagai usaha telah dan masih terus dilakukan, diantaranya usulan penambahan  kuota impor sapi dan daging sapi serta usaha-usaha lainnya seperti peningkatan kemampuan SdM industi pengolahan daging untuk dapat “menjemput bola” dengan langsung turun ke lapangan untuk menyiapkan bahan baku sesuai standar industri olahan daging.

Akhirnya, kami mengucapkan selamat kepada peserta pelatihan sekalian, kami berharap agar pelatihan ini mampu memberikan manfaat kepada industri olahan daging di dalam negeri.