PRODUK TEMBAKAU TANPA ASAP RESMI DIEKSPOR

Industri Hasil Tembakau (IHT) mempunyai peranan penting dalam peningkatan ekonomi negara. IHT selama ini telah mampu bersaing dan bertahan menjadi industri dalam negeri yang memberikan kontribusi bagi perekonomian bangsa melalui penyerapan tenaga kerja dan pendapatan negara melalui cukai. Pada tahun 2021, penerimaan cukai naik sebesar 10,24% menjadi Rp.188,81 triliun dibanding penerimaan cukai tahun 2020 sebesar Rp.170,24 triliun. Selain itu, pada tahun 2021 IHT juga menyumbang penerimaan devisa melalui ekspor produk IHT dengan nilai ekspor mencapai USD 934,05 juta dan 8,41% diantaranya berasal dari produk Hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) dan Rokok Elektrik (REL).

"Jadi selain rokok konvensional ini, ada dua jenis rokok HPTL dan ETL juga mulai banyak berkembang di Indonesia. Saat ini terdapat lebih dari 300 industri dan 150 produsen alat dan aksesoris dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja 50 ribu orang," ungkap Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, saat menghadiri peresmian fasilitas produksi dan pelepasan perdana produk tembakau inovatif bebas asap PT. HM Sampoerna di Karawang, Kamis (12/1).

Fasilitas produksi ini merupakan bagian dari investasi dan penciptaan nilai ekonomi perusahaan di Indonesia. Fasilitas produksi yang mulai beroperasi pada kuartal IV 2022 ini dibangun sejak akhir 2021 dengan realisasi investasi senilai lebih dari US$ 186 juta.

PT. HM Sampoerna juga resmi melakukan ekspor perdana produk tembakau tanpa asap atau bebas asap yang dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara virtual. Airlangga berharap investasi Sampoerna ke depannya dapat memberikan dampak yang positif bagi usaha mikro kecil menengah atau UMKM.

"Investasi yang dilakukan Sampoerna ini diharapkan dapat memberi dampak positif dalam mendorong inovasi, serta penciptaan nilai ekonomi pada banyak sektor antara lain sektor UMKM, ritel tradisional, kemitraan dengan petani, dan pengembangan R&D," ujar Airlangga.

Salah satu pengembangan produk PT. HM Sampoerna ialah perangkat pemanas tembakau bernama IQOS. Dengan mengedepankan penelitian ilmiah dan teknologi, IQOS memanaskan batang tembakau yang menggunakan tembakau asli tanpa pembakaran, sehingga mengurangi paparan zat berbahaya atau berpotensi berbahaya hingga rata-rata 90-95% lebih rendah dibandingkan dengan asap rokok.

"IQOS menggunakan perangkat elektronik untuk memanaskan tembakau, dan bukan membakarnya. Proses pemanasan berlangsung maksimal 350 derajat Celsius. Oleh karena itu, tidak ada api, abu, maupun asap,” papar Presiden Direktur Sampoerna Vassilis Gkatzelis. (ran)