IPOC 2022 : VR KELAPA SAWIT DI BOOTH KEMENPERIN

Indonesia memiliki sumber daya alam kelapa sawit yang cukup potensial. Lebih dari 16 juta hektar lahan sawit tersebar di 26 provinsi. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menyampaikan bahwa kinerja industri kelapa sawit terutama dari sisi ekspor meningkat. 

“Januari hingga September 2022 tercatat nilai ekspor minyak kelapa sawit mencapai 21,9 Miliar USD, naik 4,1% dari periode yang sama pada tahun 2021,” ujar Putu yang ditemui di Bali dalam rangka Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2022 dan 2023 Price Outlook, Rabu (3/11).

IPOC yang diselenggarakan oleh GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) ini merupakan konferensi tahunan minyak sawit terbesar dunia. Ditargetkan akan ada lebih dari 1.500 pelaku bisnis dari sekitar 35 negara yang berpartisipasi.

Pada IPOC ke-18 ini, booth Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan tiga substansi pameran. Pertama yaitu promosi industri kelapa sawit yang berkelanjutan melalui media video Virtual Reality (VR) berbantuan Oculus (google pemutar video) yang menampilkan gambaran industri perkelapasawitan nasional yang sudah mengedepankan aspek berkelanjutan. Kedua adalah pelayanan jasa industri oleh BBSPJIA Bogor, termasuk project pilot plant fraksionasi tandan kosong sawit (TKS). Ketiga yakni pelayanan jasa industri oleh BSPJI Pekanbaru, termasuk pengembangan teknologi produksi Industrial Vegetable Oil/Industrial Lauric Oil (IVO/ILO).

IPOC 2022 diharapkan dapat menjadi forum bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengangkat citra positif industri kelapa sawit nasional yang bernilai tambah dan berkelanjutan. 

“Lebih jauh lagi, IPOC 2022 dapat menjadi pertemuan antar prominent person antar bangsa dalam membuka peluang kerjasama investasi industri, teknologi, dan penguatan penggunaan produk dalam negeri di sektor kelapa sawit nasional,” tutup Putu.