GELIAT BANGKITNYA INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN

Kementerian Perindustrian mendukung setiap bentuk upaya pelaku usaha untuk mempromosikan produk-produk industri makanan dan minuman (mamin). Dukungan ini merupakan salah satu bentuk kebijakan non-fiskal yang difasilitasi Kemenperin untuk mendorong pertumbuhan industri mamin.

“Food ingredients Asia merupakan kegiatan promosi yang sangat penting bagi pelaku industri yang dapat menghubungkan antara industri makanan minuman dengan industri bahan baku. Pelaku industri dapat bermitra untuk bersama-sama menemukan ide-ide baru, mitra supplier baru, serta pencapaian solusi-solusi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada untuk dapat mendukung pengembangan dan peningkatan industri makanan minuman di masa depan,” terang Putu pada pembukaan pameran Food ingredients Asia, Kamis 7 September 2020 di JIEXPO Kemayoran Jakarta.

”Kegiatan ini juga sejalan dengan program yang diusung oleh Pemerintah yaitu, Indonesia Spice Up The World,” terang Putu lebih lanjut. 

Indonesia Spice Up The World sendiri merupakan program strategis nasional untuk meningkatkan nilai ekonomi di bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi melalui industri gastronomi.

Dirjen Industri Agro menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 dan sekarang memasuki fase endemi, sehingga kegiatan ekonomi berangsur pulih. Salah satu indikator pulihnya kegiatan ekonomi ditunjukkan oleh pameran Food ingredients (Fi) Asia 2022 kembali diselenggarakan secara tatap muka langsung (offline) setelah sebelumnya diselenggarakan secara daring semenjak pandemi Covid-19.


Pertumbuhan Industi Makanan dan Minuman di Triwulan II tahun 2022


Pada triwulan II tahun 2022 ini, Indonesia telah berhasil mengendalikan penyebaran pandemi Covid-19 dan ekonomi Indonesia mulai pulih. Tercatat pertumbuhan kinerja industri non migas pada triwulan II tahun 2022 sebesar 4,33%. Purchasing Manager’s Index (PMI) IHS Markit menunjukkan bahwa sektor manufaktur mengalami ekspansi (>50) dengan rata-rata indeks bulanan 52,5 hingga kuartal kedua 2022.

“Meski terdampak pandemi Covid-19, industri makanan dan minuman masih menunjukkan ketahanannya dengan tumbuh 3,68% pada kuartal II tahun 2022, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 sebesar 2,95%. Pada periode yang sama, industri makanan dan minuman memberikan kontribusi sebesar 38,38% terhadap PDB industri non migas sehingga menjadi subsektor dengan kontribusi PDB terbesar di Indonesia.” ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika.

Putu juga mengungkapkan bahwa ekspor industri makanan dan minuman mencapai US$ 21,3 Miliar pada semester 1 tahun 2022, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 sebesar US$ 19,5 Miliar. Di sisi lain, industri makanan dan minuman juga mampu menarik investasi sebesar Rp. 21,9 Triliun pada kuartal II Tahun 2022 dan menyerap hingga 1,1 juta tenaga kerja.

Lebih lanjut Putu menyampaikan jumlah penduduk yang besar seiring dengan terus meningkatnya pendapatan per kapita, pertumbuhan kelas menengah, dan transformasi gaya hidup masyarakat yang semakin aktif dan dinamis akan mendorong permintaan produk makanan dan minuman di masa mendatang. 

”Diperkirakan pada tahun 2030, proyeksi pengeluaran untuk makanan dan minuman diperkirakan mencapai USD 194 Miliar,” kata Putu. 

Transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi mendorong mobilitas dan aktivitas ekonomi. Kegiatan-kegiatan wisata dan masyarakat sudah mulai menggeliat. Adanya event G20 dengan puncaknya KTT di Bali, November 2022 akan turut mendorong pertumbuhan industri mamin. 

“Kami optimis tahun ini pertumbuhan industri mamin akan tinggi,” pungkas Putu.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menyampaikan bahwa sampai dengan semester 1 tahun 2022, investasi industri makanan dan minuman mencapai 42 Triliun.

 “Penambahan nilai investasi ini juga didasarkan dengan adanya penambahan industri di bidang food ingredient.” Papar Adhi.

Adhi juga mengemukakan, GAPMMI mendukung program pemerintah, salah satunya Indonesia Spice Up The World, dengan menggali potensi rempah dan bumbu Indonesia.