PENGEMBANGAN HASIL OLAHAN INDUSTRI SAGU DI MIRANTI

 

SELATPANJANG , HALUAN MEDIA – Sagu, komoditas lokal Meranti, bukan lagi makanan kelas dua. Teknologi industri modern telah mengubah sagu menjadi sumber pangan yang sudah mendunia. Pemerintah Kabupaten Meranti siap mendukung industri pengolahan sagu.

Selain rasanya yang khas, dalam berbagai kajian penelitian sagu merupakan salah satu sumber bahan pangan yang memiliki nilai gizi dan kandungan kolesterol yang rendah. Untuk itu, pengembangan industri pengolahan pangan sagu terbuka luas. Pemerintah Kabupaten Meranti siap mendukung PT NSP untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pengolahan sagu.

Bupati Irwan Nasir, MSi mengungkapkan hal ini saat mengunjungi pabrik pengolahan sagu PT NSP di Kepau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur. “Kehadiran PT NSP telah memberi warna baru bagi pengembangan industri sagu di Meranti. Untuk itu, kita harapkan PT NSP tidak hanya fokus memproduksi tepung sagu. Kedepan, PT NSP harus menjadi pinonir dalam pengembangan industri hulu dan hilir sagu di Meranti. Sagu kini sudah menjadi bahan pangan masyarakat dunia,” ungkap Irwan.

Menurut Bupati, dari dulu Meranti dengan Kota Selatpanjang sebagai bandar niaganya sudah dikenal sebagai penghasil sagu terbesar di Indonesia. Kualitas produksi sagu dari berbagai industri pengolahan tepung sagu yang tersebar di berbagai pelosok daerah ini, cukup dikenal luas. Tidak hanya di Cirebon, tapi juga sampai ke Jepang dan beberapa negara Asia Timur lainnya.

Namun sayang, sampai hari ini pengembangan industri sagu Meranti masih terfokus pada industri pengolahan sagu menjadi tepung. Sedangkan industri hulu dan hilirnya belum tersentuh sama sekali. Melihat besarnya pangsa pasar sagu sebagai bahan pangan yang sehat, prospek industri hulu dan hilir sagu memilik peluang sangat besar.

“Untuk industri makanan, sagu tidak hanya diolah menjadi kue, makanan basah tapi juga limbahnya mampu menghasilkan energi. Kita inginkan kedepan, sagu pengembangan industri sagu ini benar-benar kompleks. Kita siap memberikan berbagai kemudahan bagi investor yang memiliki komitmen membangun industri hulu dan hilir di Meranti. Tidak hanya sagu, tapi juga komoditas pertanian dan perkebunan lainnya, seperti kelapa, karet dan kopi,” papar Bupati Irwan.

 

(Sumber : Haluanmedia.com)