BIJI BUAH COKELAT YANG BERAKHIR JADI COKELAT OLAHAN

 

Cokelat yang kita kenal merupakan makanan cokelat olahan yang berasal dari biji buah cokelat  pohon kakao (Theobroma cacao). Pohon ini memiliki tinggi 4-10 meter yang pada zaman dulu hanya ada di hutan Amerika Tengah dan Selatan. Namun seiring berjalannya waktu, pohon kakao dibudidayakan di beberapa negara.

Pohon ini tumbuh pada suhu udara 10-20 derajat di atas dan dibawah khatulistiwa. Pohon kakao menjadi dewasa setelah 10 tahun dan menghasilkan buah yang disebut cacao pod dari batang dan cabangnya. Cacao pod memiliki panjang 13-30 cm serta lebar 8-13 cm. Warnanya berubah dari kuning kemerahan, menjadi ungu, lalu menjadi cokelat.

Ketika sudah tua, buahnya terbuka. Di dalamnya terdapat 20-40 biji kakao berbentuk seperti almond. Biji cokelat atau cacao beans inilah yang digunakan untuk proses pembuatan cokelat selanjutnya. Setelah diambil dari buahnya, biji cokelat melewati proses fermentasi untuk mengurangi rasa pahit dan mengeluarkan aromanya. Setelah dikeringkan, biji cokelat siap dibersihkan, dipilih-pilih berdasarkan kualitasnya, dikemas, dan dikirimkan untuk diproses menjadi produk cokelat.

Biji-biji cokelat pilihan kemudian dipanggang dan dikupas untuk diambil kernel (inti)nya. Kernel tersebut kemudian digiling halus dengan roller besar dan panas berkecepatan tinggi, hingga menjadi pasta yang kental dan berwarna cokelat gelap bernama chocolate liquor. Nah, chocolate liquor ini adalah dasar dari semua produk cokelat.

(Sumber : Nutrisijiwa.com)