PRODUKSI GULA AREN LEBAK TERBESAR DI INDONESIA

Jakarta, Aktual.co — Produksi gula aren hasil kerajinan masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten, hingga kini terbesar di Indonesia dengan ratusan ton per bulan.

"Kita terus membina para perajin gula aren guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan," kata Kepala Bidang Bina Usaha Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak Imam Rismahayadi di Rangkasbitung, Jumat (26/4).

Selama ini, Kabupaten Lebak merupakan sentra penghasil gula aren dengan jenis produk semut dan cetak. Produksi gula aren merupakan terbesar di Indonesia hingga mencapai ratusan ton per bulan.

Mereka adalah para perajin gula aren itu tersebar di Kecamatan Sobang, Panggarangan, Cigemblong, Cihara, Cibeber, dan Muncang.

Kelebihan gula aren Kabupaten Lebak, selain rasanya manis dan dapat bertahan lama juga beraroma serta kadar gulanya relatif kecil sehingga cocok bagi penderita diabetes. Permintaan gula aren untuk pasar domistik dan mancanegara relatif tinggi karena masuk kategori makanan organik tanpa menggunakan zat kimia.

Bahkan, gula aren selain digunakan untuk pencampur makanan pemanis juga bisa menyembuhkan beberapa jenis penyakit.

"Saya kira dengan tumbuhnya perajin gula aren tentu bisa menyerap lapangan pekerjaan," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus membina kerajinan gula aren tersebut karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pedesaan.

Saat ini, perajin gula aren berkembang di pedesaan karena didukung komoditas perkebunan pohon aren. Namun, kata dia, perkebunan aren di Kabupaten Lebak terpencar dan tidak dikembangkan oleh petani. Saat ini, perkebunan aren tumbuh dari kotoran binatang musang atau careh.

"Kami tahun ini mengembangkan pohon aren genyah dari Kalimantan Timur," katanya.

Menurut dia, produksi gula aren jenis semut kini sudah dipasarkan di sejumlah hotel berbintang di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Bandung dan Bali. Karena itu, ujar dia, tidak heran jika menginap di hotel berbintang selalui ditemukan gula semut Kabupaten Lebak.

Biasanya, gula semut itu dicampur dengan makanan roti, kopi dan makanan lainya. Selain itu juga gula cetak dipasok ke beberapa negara di Eropa, seperti Belanda, Italia dan Inggris.

"Kami berharap kedepan produksi gula aren Lebak bisa memasok ke semua negara di dunia," katanya.

Sementara itu, Anwar, seorang perajin gula aren warga Sobang Kabupaten Lebak mengatakan dirinya setiap bulan mengekspor gula aren ke Belanda sekitar 20 ton dengan menggunakan angkutan dua kontainer.

Ia memasok ke negara lain karena sudah memiliki sertifikat pangan organik internasional sehingga mendapat kepercayaan dari konsumen dunia.

"Dengan sertifikat internasional itu tentu omzet penjualan ke luar negeri meningkat," katanya.

Ia menjelaskan permintaan ekspor itu karena dilengkapi dengan sertifikat pangan organik internasional yang dikeluarkan pemerintah. Masyarakat Belanda sangat menyukai gula aren Kabupaten Lebak sebagai bahan pemanis minuman maupun aneka jenis makanan. Bahkan, gula aren bisa dicampur pemanis makanan roti.

"Kami menjamin gula aren ini alami dan menyehatkan karena tidak terdapat bahan kimia," katanya.

 

(Sumber : Aktual.co)