PARTISIPASI DITJEN INDUSTRI AGRO DALAM PAMERAN SIAL PARIS 2022
Oleh : Arief Aditriandi M (Kementerian Perindustrian)

Tahun ini Direktorat Jenderal Industri Agro, bekerja sama dengan Direktorat Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional (ASDIPI), Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) dan KBRI Paris berencana untuk mengikuti pameran The Salon International de l'Agroalimentaire (SIAL) Paris 2022 yang akan diselenggarakan pada tanggal 15-19 Oktober 2022. Salah satu pameran makanan dan minuman terbesar di Eropa ini akan diadakan di Parc des Exposition Paris Nord Villepinte, Paris, Prancis. Pameran yang dilaksanakan 2 tahun sekali ini terakhir dilaksanakan pada tahun 2018 yang mana pada tahun 2020 dibatalkan karena Pandemi Covid 19.

Pameran SIAL Paris 2018 diikuti oleh 7.192 exhibitors dari 120 negara yang terdiri dari 85% international exhibitors, 85% usaha kecil menengah, dah 10 besar negara terbanyak yang menjadi exhibitors adalah Prancis, Italia, China, Spain, Turki, Belgium, Yunani, Belanda, Amerika dan India. Terkait jumlah visitor, tercatat 155.700 orang dari 195 negara mengunjungi pameran ini. Dari jumlah visitor tersebut 70% termasuk international visitors dan terdapat 125 official delegations.

Dalam rencana keikutsertaan pada tahun ini, Indonesia akan menempati hall 8 dengan luas sekitar 202,5 m2 dengan konsep berbentuk island/pavilion. Terkait tema paviliun, ada beberapa usulan yang mengemuka diantaranya wonderful tastes of Indonesia, Indonesia Spice up The World, dan Diversity tastes. Tema ini akan ditentukan kemudian dengan melibatkan unit terkait dan calon peserta. B Terkait protokol Covid-19 di Paris, diharapkan agar peserta pameran SIAL Paris 2022 sudah melakukan vaksinasi Covid-19 (minimal vaksin booster) yang diakui oleh EMA (European Medicines Agency) untuk dapat mengajukan visa. Adapun vaksin yang diakui oleh EMA antara lain Pfizer, Astrazeneca, Moderna dan Johnson&Johnson.

Adapun kriteria dan persyaratan untuk calon peserta pameran SIAL Paris 2022 antara lain: perusahaan/asosiasi sektor industri makanan dan minuman, memiliki IUI, terdaftar pada Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), mengisi formulir pendaftaran, berorientasi ekspor serta sanggup memenuhi persyaratan dari negara asal maupun negara penyelenggara terkait protokol Covid-19.

Ditjen Industri Agro telah melakukan kurasi berdasarkan syarat tersebut, sampai saat ini terdapat 22 calon perusahaan yang akan mengikuti pameran ini. Perusahaan pertama adalah PT. Fruit-ing Indonesia. Perusahaan yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur ini bergerak di bidang industri pengolahan dan pengawetan buah-buahan dan sayur-sayuran. Perusahaan ini telah mengikuti beberapa pameran seperti SIAL Paris, SIAL Interfood dan lainnya. Perusahaan selanjutnya adalah PT. Gumindo Perkasa Industri. Perusahaan ini bergerak dibidang industri pengolahan rumput laut. Kemudian ada PT. Manohara Asri yang terletak di Sidoarjo. Perusahaan ini memiliki bidang usaha yang cukup beragam seperti industri kerupuk, keripik, peyek dan sejenisnya, industri produk roti dan kue, industri makanan dan masakan olahan, dan industri makanan dari kedele dan kacang-kacangan lainnya bukan kecap, tempe dan tahu.

Perusahaan berikutnya adalah PT Mayora Indah. Perusahaan yang sudah cukup terkenal atas berbagai produknya ini juga telah sering megikuti pameran internasional diantaranya ANUGA, Gulf Food, dan Alimentaria Barcelona. Kemudian ada PT. Mega Inovasi Organik yang berlokasi di Yogyakarta. Perusahaan ini pernah mengikuti bebagai pameran seperti Natural Products Expo West 2019 USA, Biofach 2018 Germany, dan Biofach 2019 Germany. Selanjutnya ada PT. Sumber Kopi Prima yang bergerak dibidang industri pengolahan kopi.

Terdapat PT. Zio Nutri Prima yang juga mendaftar pada SIAL Paris tahun ini. Perusahaan ini memiliki nomor KBLI 10330 (Industri Pengolahan Sari Buah Dan Sayuran) dan berlokasi di Bogor. Selanjutnya ada PT Kaarle Indonesia yang memproduksi minyak mentah kelapa, minyak goreng kelapa, bumbu masak dan penyedap masakan. Kemudian PT. Nison Indonesia yang bergerak di KBLI 10221 (Industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota air (bukan udang) dalam kaleng, dan 10213 (industri pembekuan ikan).

PT. Bali Cahaya Amerta juga mendaftar pada pameran kali ini. Perusahaan pengolahan teh ini telah malang melintang di pameran internasional seperti COTECA Coffee, Tea, Cocoa Global Industry Expo 2018 Hamburg dan Singapore Tea Festival 2018. Selanjutnya ada PT. Sari Mas Permai dengan KBLI 10413 (Industri Minyak Mentah Dan Lemak Hewani Selain Ikan) dan PT. Merpati Mahardika dengan KBLI 20232 (Industri Kosmetik, termasuk pasta); 21022 (Industri Produk Obat Tradisional); 21021 (Industri Bahan Baku Obat Tradisional).

Peserta lainnya yang juga ingin berpartisipasi dalam pameran ini adalah PT Frootiful Natural Nusantara yang bergerak di industri pengolahan buah dan sayuran. Perusahaan ini tercatat pernah mengikuti pameran Tavola-Brussel dan Denmark Food Expo. Kemudian ada CV Indo Kreasi Cipta Rejeki dengan KBLI 47222 (perdagangan eceran minuman tidak beralkohol) yang pernah mengikuti pameran Tacola Expo 2022. Selanjutnya PT Budi Starch & Sweetener Tbk yang bergerak di industri pati ubi kayu. Daftar pameran internasional dari perusahaan yang berlokasi di Jakarta ini antara lain: ANUGA 2013, SIAL Canada 2014, dan SIAL Paris 2018.

Selanjutnya adalah 3 perusahaan yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan KBRI Paris. Yang pertama adalah PT. Indo Rempah Commodities dengan KBLI 46319 (Perdagangan Besar Bahan Makanan Dan Minuman Hasil Pertanian Lainnya). Kemudian adalah CV. Universal Trading Indonesia yang berlokasi di Surabaya Jawa Timur dan pernah mengikuti ANUGA 2019, SIAL PARIS 2016, dan SIAL PARIS 2018. Yang terakhir adalah InterAromat. BV yaitu perusahaan yang berlokasi di Belanda. Perusahaan ini sudah cukup sering mengikuti pameran internasional diantaranya: SIAL Paris 2016, 2018; Food Expo Denmark 2016; Horecav Nederland 2016, 2019; BioFach Germany 2018, 2019, 2020; dan Travola Expo Belgium 2021.

Kemudian juga terdapat 4 perusahaan yang difasilitasi Direktorat ASDIPI Kemenperin. PT Mignon Sista Internasional yang berlokasi di Bogor, PT Rote Karaginan Nusantara yang berlokasi di Kupang, PT Kawanasi Sehat Dasacatur yang berlokasi di Jakarta dan PT. Emerald Seaweed Indonesia yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. PT Mignon Sista Internasional yang linimasa produksinya dibidang industri minyak atsiri dan PT Kawanasi Sehat Dasacatur di bidang industri pengolahan buah-buahan sayuran pernah berpartisipasi di SIAL Paris 2018.  2 perusaahaan lainnya bergerak di bidang industri pengolahan rumput laut belum pernah mengikuti pameran internasional. 

PT. Pedang Berlian adalah Event Organizer (EO) yang terpilih dalam pameran ini. Terkait item pekerjaan EO antara lain: Sewa lahan, Konstruksi paviliun, Pendaftaran exhibitor, Entry badge, katalog paviliun Indonesia, Souvenir, Opening Ceremony, dan Business Matching. List pekerjaan ini akan dibicarakan dan dimatangkan kembali dalam rapat dengan EO terpilih tersebut.

Mengingat waktu yang semakin dekat, perlunya target per bulan dalam persiapan SIAL 2022 sebagai berikut:

a. Juli: mengadakan kick off meeting, mendapatkan Approval desain dari Dirjen IA, finalisasi penunjukan langsung dan kontrak, pengumpulan Company Profile Peserta

b. Agustus: pembangunan Booth, mengadakan Technical Meeting 1, Pengajuan visa peserta.

c. September: mengadakan Technical Meeting 2 dan Technical Meeting 3, pengumpulan Dokumen perjalanan delegasi Kemenperin.

d. Oktober: melakukan persiapan akhir, Keberangkatan dan kepulangan.


Ditjen Industri Agro juga telah berpartisipasi dalam SIAL Paris 2016. Pada SIAL Paris 2016, Indonesia diwakili oleh 34 peserta bidang industri makanan dan minuman, di mana 20 perusahaan difasilitasi dari APBN 2016 Ditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian yang menempati area seluas 126 M², 8 perusahaan difasilitasi dari ITPC Lyon, 2 perusahaan difasilitasi dari CBI Belanda, dan 4 perusahaan secara mandiri. 

Selain rangkaian pameran SIAL Paris 2016, juga diadakan Business Forum Indonesia-Perancis Festival Couleurs d’Indonesie pada tanggal 14 Oktober 2016 di Pavillon Dauphine yang diselenggarakan oleh KBRI Paris. Acara dibuka oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Paris Hotmangaradja Pandjaitan dan dihadiri oleh pelaku usaha Indonesia peserta SIAL Paris 2016 dan pelaku usaha dari Perancis, Perwakilan Delegasi RI dari BPD Sawit, BKPM, dan Kemenperin. Para pembicara dalam forum Bisnis ini adalah penyampaian Keynote Speech oleh Sesmenko Perekonomian yang menyampaikan hal-hal yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam rangka meningkatkan iklim berusaha di Indonesia, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh kami mengenai Perkembangan Industri Agro dan Industri Makanan pada khususnya. BKPM menyampaikan mengenai kebijakan investasi dan pembicara terakhir adalah perwakilan dari Danone yang membagikan tentang Success Story berusaha di Indonesia.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran SIAL Paris 2016 dinilai cukup sukses. Paviliun Indonesia cukup ramai, dikunjungi oleh pengunjung dari Perancis, Spanyol, Belanda, UK, Kanada, USA, Tiongkok, India, Palestina, Jordan, Mesir, Gabon, Senegal, Bahrain, Aljazair dan lain-lain yang merupakan buyer potential, perwakilan pemerintah, eksportir, importir, dan exhibitor company. Transaksi yang berlangsung antara peserta pameran dengan buyer maupun potential buyer cukup tinggi. Berdasarkan hasil rekapitulasi dari keseluruhan transaksi di Paviliun Indonesia, ITPC Lyon, dan kepesertaan mandiri mencapai USD 19,28 juta (on location transaction dan potential buyer).

Beberapa saran dan tindak lanjut yang didapat dari keikutsertaan Ditjen Industri agro pada SIAL Paris antara lain:

Perlunya untuk tetap mengikuti SIAL Paris karena event tersebut dikunjungi berbagai pelaku bisnis dari berbagai negara tidak hanya Eropa, tetapi juga dunia. Keikutsertaan yang kontinyu akan membuat pelaku bisnis makanan minuman dunia semakin mengenal Indonesia dan produk-produknya.

Perlu penambahan peserta dan penambahan luas paviliun Indonesia, kerana negara-negara tetangga juga mengikutsertakan wakil yang tidak sedikit (contoh: Thailand memfasilitasi 139 perusahaan di SIAL Paris 2016).

Perlu keterlibatan instansi terkait, karena pengunjung SIAL Paris 2016 tidak hanya mencari produk per produk tetapi juga kontak asosiasi, kamar dagang juga eksportir Indonesia.


 

Foto 1 : Para peserta pameran dan perwakilan Ditjen Industri Agro pada SIAL Paris 2016.


 

Foto 2 : Pengguntingan Pita Sebagai Tanda Pembukaan Paviliun Indonesia pada SIAL Paris 2016


 

Foto 3 : Dubes LBBP RI untuk Paris meninjau peserta Paviliun Indonesia