ID EN
event_note 21-Sep-2011 05:31 | folder_open Industri Tembakau | remove_red_eye 2843

Pembelian Tembakau Sejumlah Pabrik Rokok Lebihi Target


Temanggung (ANTARA News) - Pembelian tembakau beberapa perwakilan pabrik rokok di Temanggung, Jawa Tengah, pada panen raya tahun ini melebihi target karena kualitas tembakau bagus.

Perwakilan PT Djarum, Hendri, di Temanggung, Selasa, mengatakan bahwa dari target pembelian tembakau pada panen raya 2011 sebanyak 6.000 ton, kini sudah membeli tembakau sekitar 8.000 ton.

"Meskipun telah melebihi target, kami masih membeli tembakau petani selama memenuhi kualitas," katanya usai menerima kunjungan Wakil Bupati Temanggung, Budiarto.

Mengenai penghentian pembelian tembakau, dia mengatakan, akan menyampaikan pengumuman jauh hari sebelumnya, agar masyarakat mengetahuinya.

"Penutupan gudang tidak mungkin kami lakukan mendadak. Jauh hari sebelumnya pasti kami umumkan, agar tidak merugikan petani," katanya.

Pembelian tembakau dari perwakilan PT Djarum saat ini paling tinggi Rp175 ribu per kilogram untuk totol atau grade F.

Sementara itu, Hartanto dari perwakilan PT Gudang Garam menyebutkan, dari target pembelian tembakau pihaknya pada tahun 2011 sebanyak 7.500 ton, kini telah melakukan pembelian hingga 8.000 ton.

"Jumlah tersebut akan bertambah, karena kami masih melakukan pembelian selama kualitas tembakau baik," katanya.

Menurut dia, harga tembakau terendah tahun ini Rp65 ribu per kilogram dan harga tertinggi mencapai Rp200 ribu perkilogram.

Pemilik gudang di Parakan yang juga grader PT Djarum, Widono Salim, menuturkan setiap hari membeli tembakau sekitar 3.000 keranjang.

Menurut dia omzet pembelian tembakau di gudang miliknya mencapai Rp9 miliar perhari karena setiap keranjang tembakau rata-rata Rp3 juta.

Wakil Bupati Temanggung, Budiarto, merasa bersyukur harga tembakau tahun ini dua kali lipat dari tahun lalu karena kualitasnya bagus.

"Kami bahagia, semua tembakau petani bisa terbeli dengan harga tinggi. Mudah-mudahan dapat meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

(Sumber: antaranews.com, 20 Sept 2011)