ID EN
event_note 12-Sep-2011 08:08 | folder_open Industri Olahan Susu | remove_red_eye 1358

Nestle Resmi Bangun Pabrik Bubur Bayi Rp 1,7 Tiliun


Jakarta - PT Nestle Indonesia hari ini meresmikan dimulainya pembangunan pabrik baru senilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 1,7 Triliun di kawasan industri Suryacipta Karawang, Jawa Barat.

Pabrik yang dibangun pada lahan seluas 28,8 hektar tersebut rencananya akan memproduksi bubur bayi Cerelac, susu cokelat Milo, dan susu bubuk Dancow.

Presiden Direktur Nestle Indonesia Arshad Chaudhry, mengatakan dengan dibangunnya pabrik tersebut pihaknya berharap dapat meningkatkan produksi sejalan dengan kebutuhan konsumen yang meningkat.

"Kebutuhan Nestle untuk bangun investasi senilai US$ 200 juta merupakan komitmen jangka panjang di Indonesia, sejalan dengan peningkatan produksi dalam negeri untuk penuhi kebutuhan konsumen yang meningkat," kata Arshad disela-sela acara peresmian mulainya pembangunan pabrik, di Karawang, Senin (12/9/2011)

Ia juga menyampaikan, investasi pabrik baru yang keempat ini merupakan pabrik Nestle yang terbesar di Indonesia. Sebelumnya, pihaknya menginvestasikan dana sebesar US$ 100 juta untuk perluasan pabrik di wilayah Kejayan, Jawa Timur, Maret 2011 lalu.

"Kami optimis melihat peluang petumbuhan yang ada di Indonesia. Jumlah populasi yang besar serta situasi perekonomian yang kondusif menawarkan peluang pertumbuhan yang menjanjikan," yakinnya.

Dengan dibangunnya pabrik baru ini, dirinya berjanji, akan semakin menambah kesempatan kerja baru dan meningkatkan penggunaan bahan baku lokal yang nantinya akan diolah menjadi produk dengan nilai tambah di Indonesia.

Rencananya pabrik baru ini akan memproduksi produk olahan susu dengan kapasitas 65.000 ton per tahun yang sekaligus akan menjadi basis produksi olahan susu untuk kawasan Asia Tenggara.

Selain itu, pabrik yang akan mulai beroperasi pada triwulan pertama pada tahun 2013 tersebut dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri tepung dan serealia nasional melalui penggunaan bahan baku dari dalam negeri. Sejauh ini beberapa produk Nestle yang dipasarkan di Indonesia masih diimpor dari Malaysia.

Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengharapkan hal ini dapat menciptakan peluang dan tantangan bagi peternak sapi perah yang tergabung dalam KUD (Koperasi Unit Desa) di wilayah pabrik baru tersebut untuk dapat meningkatkan produksi dan mutu susu segarnya. Sehingga, dapat secara bertahap memenuhi kebutuhan bahan baku susu untuk industri.

Hal ini mengingat, selama ini pasokan bahan baku atau susu segar dari dalam negeri belum mencukupi dimana sekitar 75% bahan baku susu masih harus diimpor dalam bentuk Skim Milk Powder, Anhydrous Milk Fat, dan Butter Milk Powder dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

"Konsumsi susu per kapita kita masih rendah. Berada pada 11,09 liter setahun setara susu segar. Ini jauh lebih rendah dibandingkan konsumsi negara ASEAN lainnya yang mencapai lebih dari 20 liter per kapita setahun," jelas MS Hidayat.

(Sumber: finance.detik.com, 12 Sept 2011)