ID EN
event_note 24-Jul-2012 07:55 | folder_open Industri Minuman | remove_red_eye 4778

Penjualan Air Minum Kemasan Naik 10% di Semester I


Penjualan Air Minum Kemasan Naik 10% di Semester I

 

Rabu, 18 Juli 2012

JAKARTA (IFT) -- Penjualan air minum dalam kemasan pada semester I 2012 diperkirakan naik 10% menjadi 8,58 miliar liter dibanding periode yang sama tahun lalu 7,8 miliar liter, menurut asosiasi industri. Kenaikan penjualan ditopang pertumbuhan konsumsi seiring makin tingginya kesadaran masyarakat akan kesehatan.

Rembang Kayo, Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin), mengatakan di kuartal II 2012 penjualan air minum kemasan tumbuh 3%-4% dibanding kuartal I tahun ini. "Tren konsumsi air minum kemasan terus meningkat rata-rata double digit dalam 5 tahun terakhir," ujarnya kepada IFT.

Asosiasi memproyeksikan penjualan air minum dalam kemasan tahun ini naik 10,6% menjadi 19,8 miliar liter dari tahun lalu 17,9 miliar liter. Menurut dia, pertumbuhan konsumsi air minum kemasan memiliki prospek cukup baik dalam waktu mendatang seiring pertumbuhan jumlah penduduk, kesadaran masyarakat perihal air minum sehat, serta tren konsumsi praktis.

Sejumlah produsen air minum kemasan berencana meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi pertumbuhan permintaan. Rembang menjelaskan terdapat tiga produsen yang akan berekspansi yakni PT Tirta Investama (Danone Aqua), produsen merek Club, dan produsen merek Cleo. Namun dia belum dapat memerinci nilai ekspansi ketiga produsen tersebut.

"Aqua produksi Danone masih menguasai pasar air minum kemasan dengan pangsa sekitar 60%-65%," ujarnya.

Prospek pertumbuhan tinggi di industri air minum kemasan juga mendorong sejumlah produsen minuman masuk ke segmen ini. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), emiten makanan dan minuman, yang membentuk dua perusahaan patungan (joint venture) dengan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd dengan nilai investasi awal sekitar Rp 2 triliun juga berencana merambah segmen industri air minum kemasan.

Indofood CBP dan Asahi Group akan membangun pabrik minuman dan memasarkannya di Indonesia. "Pembangunan pabrik dan distribusi akan dilakukan dalam 24 bulan ke depan," kata CEO Indofood CBP Anthoni Salim.

Sekitar 70% dari dana investasi awal akan dimanfaatkan untuk pembangunan pabrik, sisanya 30% untuk membangun jaringan pemasaran distribusi. "Kami akan masuk ke pasar air mineral dan minuman teh," kata Presiden Asahi Group Holdings Ltd Naoki Izumiya.

Ekspansi Indofood CBP dan Asahi akan bersaing ketat dengan Tirta Investama (Danone Aqua), PT Sinar Sosro (Prim-A), PT Nestle Indonesia (Pure Water), PT Atlantic Biruraya (Cheers), PT Panfila Indosari (Ron 88), PT Tirta Tama Bahagia (Club), PT Tang Mas (2 Tang), PT Akasha Wira International Tbk (ADES), dan PT Tri Banyan Tirta Tbk (ALTO).

Tri Banyan menargetkan penjualan pada 2012 mencapai Rp 250 miliar, meningkat 93% dibanding penjualan tahun lalu Rp 129,52 miliar, menurut direksi perseroan. Peningkatan penjualan ditopang kenaikan volume seiring pertumbuhan pasar air minum kemasan.

Bhakti Salim, Direktur Utama Tri Banyan Tirta, menuturkan pencapaian target penjualan tahun ini didukung pengembangan daerah distribusi produk perseroan. "Pengembangan daerah distribusi untuk menunjang akses ketersediaan produk Alto," kata Bhakti.

Saat ini Tri Banyan memiliki jaringan distribusi sebanyak 600 unit. Dengan target pertumbuhan penjualan tersebut, hingga akhir 2012 perusahaan menargetkan memiliki 1.500 jaringan distributor di Indonesia.

Perseroan tetap menargetkan penjualan tumbuh signifikan, meski tidak menaikkan harga jual. Tidak dinaikkannya harga jual karena biaya produksi pada tahun ini dinilai relatif stabil. "Pada semester I, penjualan kami telah mencapai 45% dari target hingga akhir tahun ini," ujar Bhakti.(*)

Oleh Andryanto Suwismo

(Sumber: http://www.indonesiafinancetoday.com)