ID EN
event_note 06-Jun-2012 06:41 | folder_open Industri CPO | remove_red_eye 1634

Krisis Eropa Tak Pengaruhi Ekspor CPO


Krisis Eropa Tak Pengaruhi Ekspor CPO

Rabu, 06 Juni 2012

 

JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) memperkirakan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia pada tahun ini akan tetap mampu naik mencapai 18 juta ton dari realisasi tahun lalu 16,5 juta ton kendati terjadi krisis di negara-negara Uni Eropa. Ekspor minyak sawit mentah kurun Januari-April 2012 sudah mencapai 5,3 juta ton, tumbuh 17,8% ketimbang periode yang sama tahun lalu 4,5 juta ton.

Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit mengakui jika kondisi perekonomian di negara-negara Uni Eropa mampu menurunkan permintaan minyak sawit mentah Indonesia. "Namun kami dapat mengkompensasikan dengan ekspor ke China, India dan Rusia," jelasnya.

Dia mengatakan selama ini ekspor minyak sawit mentah terbesar Indonesia adalah ke China dan India. Kedua negara ini membutuhkan minyak sawit mentah Indonesia sebagai bahan bakar alternatif. Sebab itu permintaan dari kedua negara akan tetap besar, terlebih harga minyak sawit mentah Indonesia sangat murah.

Indonesia memiliki peluang juga mengalihkan ekspor ke negara Eropa Timur seperti Rusia. Hingga kini, dari potensi ekspor sebesar 1,2 juta ton per tahun, ekspor minyak sawit mentah Indonesia ke Rusia baru mencapai 270 ribu ton. "Potensinya masih besar. Mereka selama ini masih mengekspor CPO dari Malaysia, Belanda dan lainnya yang kadang produk itu juga berasal dari Indonesia," lanjut Fadhil.

Joko Supriyono Sekretaris Jenderal Gapki menambahkan kenaikan volume ekspor minyak sawit mentah dari Indonesia itu seiring pertumbuhan permintaan dari negara tujuan ekspor. Tahun ini, Gapki memproyeksikan, produksi minyak sawit mentah mencapai 25 juta ton, atau naik 6,4% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 23,5 juta ton. Dari jumlah itu sebesar 70% akan masuk ke pasar ekspor dan sisanya pasar domestik.

Joko memperkirakan, produksi minyak sawit mentah kuartal II akan lebih baik dari kuartal I 2012 sehingga berdampak pada kinerja ekspor. Komposisi ekspor terbesar masih ke China dan India mencapai 35% sementara sisanya dari negara Eropa, Afrika dan lainnya.

Menteri Pertanian Suswono menyatakan pemerintah sedang mencari potensi pasar lain untuk meningkatkan ekspor minyak sawit mentah, salah satunya Rusia. Pemerintah menargetkan ekspor minyak sawit mentah (CPO) nasional ke Rusia pada 2013 meningkat sebesar 20% menjadi dari saat ini yang sebesar 323 ribu ton.

Menteri Pertanian Suswono seperti dikutip dari Antara menjelaskan potensi pasar minyak sawit mentah ke Rusia mencapai lebih dari 700 ribu ton namun impor dari Indonesia baru sekitar 300 ribu ton per tahun. "Sisanya didatangkan dari negara lain yang ternyata sumbernya juga dari Indonesia. Oleh karena itu pemerintah akan meminta Rusia mengimpor langsung CPO dari Indonesia," jelas dia.

Mentan menyatakan, asosiasi minyak sawit Rusia menyatakan minatnya untuk meningkatkan perdagangan CPO dengan Indonesia dan melakukan impor secara langsung. Untuk itu, mereka mengusulkan kepada pemerintah Indonesia guna mendirikan Indonesia Palm Oil Council atau semacam Dewan Minyak Sawit di Rusia.(*)

 

Oleh Nurmayanti

(Sumber: http://www.indonesiafinancetoday.com)