ID EN
event_note 06-Jun-2012 06:29 | folder_open Industri Tembakau | remove_red_eye 5473

Djarum Beli Pita Cukai Rp 12 Triliun Tahun Ini


Djarum Beli Pita Cukai Rp 12 Triliun Tahun Ini

Rabu, 06 Juni 2012

 

JAKARTA - PT Djarum, produsen rokok pemilik pangsa pasar terbesar ketiga di Indonesia, akan melakukan pembelian pita cukai rokok sebesar Rp 12 triliun tahun ini, menurut direksi perusahaan. Nilai pembelian pita cukai rokok itu meningkat 13% dibanding tahun lalu sebesar Rp 10,6 triliun.

Dari rencana pembelian pita cukai rokok sebesar itu, nilai pajak pertambahan nilai (PPN) yang dibayarkan oleh Djarum diperkirakan mencapai Rp 2,5 triliun di 2012. Sementara nilai pajak pertambahan nilai pada 2011 mencapai Rp 2,2 triliun.

Budi Santoso, Direktur Produksi PT Djarum, mengatakan tingkat produksi rokok perusahaan mencapai 140 juta batang setiap hari. "Jumlah produksi rokok untuk jenis sigaret kretek tangan (SKT) mencapai 50 juta batang per hari dan sigaret kretek mesin (SKM) sebanyak 90 juta batang per hari," katanya seperti dikutip Antara.

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), emiten produsen rokok pemilik pangsa pasar terbesar di Indonesia, membeli pita cukai pada 2011 sebesar Rp 20,89 triliun, menurut laporan keuangan perseroan. Nilai pembelian pita cukai itu meningkat 26% dibanding 2010 sebesar Rp 16,5 triliun.

Peningkatan pembelian pita cukai yang dilakukan perusahaan rokok di Indonesia terjadi seiring kenaikan produksi dan penjualan. Nilai penjualan rokok di Indonesia pada 2012 diperkirakan meningkat sekitar 10% menjadi Rp 206,8 triliun dari 2011 sebesar Rp 188 triliun, menurut asosiasi industri. Peningkatan nilai penjualan rokok ditopang kenaikan konsumsi serta harga jual.

Hasan Aoni Aziz, Corporate Communication Gabungan Perserikatan Produsen Rokok Indonesia (Gappri), mengatakan kenaikan penjualan rokok di 2012 mengikuti pertumbuhan perekonomian Indonesia yang mendorong peningkatan konsumsi rokok. Pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi faktor utama kenaikan penjualan rokok.

"Semakin tinggi tingkat pertumbuhan perekonomian nasional akan membuat penjualan rokok tumbuh semakin tinggi. Kami optimis pertumbuhan penjualan di 2012 bisa mencapai 10%," ujar dia kepada IFT.

Volume penjualan rokok di Indonesia pada 2011 tumbuh 8,8% menjadi 294 miliar batang dibandingkan 2010, menurut laporan yang dikeluarkan Philip Moris International Inc, pemimpin pasar rokok global. Pertumbuhan pasar rokok di Indonesia didorong pertumbuhan segmen rokok low-price dan sigaret kretek mesin low tar low nicotine.

Penjualan rokok sigaret kretek mesin (SKM) low tar low nicotine (LTLN) atau yang dikenal rokok mild tumbuh tertinggi di 2011 dari 2010 dibanding segmen rokok lainnya, yakni sigaret kretek tangan, sigaret kretek mesin filter, dan sigaret putih mesin, menurut data Nielsen. Penjualan rokok mild tumbuh 22% menjadi 100 miliar batang di periode tersebut.

Penjualan sigaret kretek tangan naik 4% menjadi 85 miliar batang di 2011. Penjualan sigaret kretek mesin filter naik 2% menjadi 87 miliar batang. Sementara penjualan sigaret putih mesin naik 5% menjadi 22 miliar batang.

Total volume penjualan rokok di Indonesia pada tahun lalu mencapai 294 miliar batang, naik 9% dibanding 2010 sebesar 270 miliar batang. Pertumbuhan volume penjualan rokok di Indonesia periode 2005-2011 tumbuh rata-rata per tahun (CAGR) sebesar 5,2%.

Pertumbuhan penjualan yang tinggi mendorong pangsa pasar rokok mild. Segmen rokok mild pada awal 2011 menguasai 34% pasar rokok di Indonesia. Di akhir 2011, pangsa pasar rokok mild meningkat menjadi 35,2%.(*)

 

Oleh Andryanto Suwismo

(Sumber: http://www.indonesiafinancetoday.com)