ID EN
event_note 30-Sep-2019 12:17 | account_circle Ranny M | folder_open Industri Makanan | remove_red_eye 84

Sektor Industri Makanan dan Minuman Berpotensi Tumbuh Lebih Besar


Sektor Industri Makanan dan Minuman Berpotensi Tumbuh Lebih Besar
JAKARTA – Sektor industri ma kanan dan minuman di Indonesia merupakan satu di antara sektor yang memiliki potensi pertumbuhan yang cukup besar. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang telah mendekati 270 juta jiwa.

Berdasarkan catatan Kemen terian Perindustrian pada kuar tal pertama 2019, per tumbuh an produk domestik bruto (PDB) industri makanan dan minuman mencapai 6,77%. Ang ka tersebut berada di atas pertumbuhan PDB industri nasional yang berada di level 5,07%. Sektor industri ma kan - an dan minuman ini me nyumbang 35,58% terhadap PDN indus tri nonmigas dan sebesar 6,35% terhadap PDB nasional. Hal ini menjadikan industri makanan dan minuman sebagai satu di antara penyumbang terbesar PDB nasional. Adapun sejumlah brand makanan dan minuman baik lokal maupun asing yang populer di Tanah Air di antaranya Es Teler 77, , Kebab Baba Rafi, Kentucky Fried Chicken, McDonald, dan Starbucks.

Sebagian di antara brand ternama tersebut ditawar kan dengan pola kemitraan. Belakangan, minuman Bubble Tea yang berasal dari Taiwan juga ikut menyemarakkan pasar makanan dan minuman di Ta - nah Air. Wajar saja, hal ini terjadi karena industri makanan dan minuman merupakan satu di antara sektor yang seksi dan memiliki ceruk pasar yang lu - ma yan besar di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Fran - chise Indonesia (AFI) Andrew Nugroho beberapa waktu lalu mengaku optimistis per tum buh - an usaha waralaba di In do ne sia tahun ini bisa bertumbuh se kitar 10% atau naik dibanding ta hun lalu yang bergerak di ki saran 5-6% year on year (YoY).Pertumbuhan ini termasuk per tum buhan gerai, konsep baru, dan transaksi.

Salah satu waralaba yang sukses yakni Kulo Group dan Mitra Boga Ventura (MBV). Mereka saat ini mengem bangkan minum an segar boba. Minum an segar berbasis teh dan susu plus top ping tapioka pearl ternyata sangat di minati masya rakat Indonesia. Animo publik di Tanah Air terhadap minuman ala Taiwan ini sangat tinggi. Di beberapa tempat, masyarakat bahkan rela antre panjang untuk membelinya, pa dahal harga yang ditawarkan tergo long tidak murah. Hal itulah yang membuat dua brandbesar waralaba ku li ner Kulo Group dan Mitra Boga Ventura (MBV) menghadirkan Xi Bo Ba, gerai minuman segar boba yang is timewa. Xi Bo Ba siap kejutkan publik Indonesia dengan harganya yang ter jang kau, namun memiliki cita rasa berkualitas.

“Xi Bo Ba hadir untuk menjawab permintaan pasar ter hadap boba yang lagi ngehits. Kami membuat bobayang tidak ma hal, tetapi tidak kalah di rasa,” ujar CEO Mitra Boga Ventura (MBV) Michael Marvy Jonathan. Dia mengatakan, Xi Bo Ba terinspirasi dari bahasa Mandarin “xi yue”, yang berarti “joy” atau “kebahagiaan”. Xi Bo Ba ingin memberikan keba ha giaan pada setiap orang yang meminumnya melalui rasa yang khas dari Taiwan. “Jadi, kami ingin orang habis minum ini senang. Tidak cuma senang karena rasanya, tapi bayarnya juga senang karena har ganya pas di kantong,” ucap Marvy.

Sementara itu, Michael Bunyamin dari Kulo Group menjelaskan, Xi Bo Ba adalah bagian dari Kulo Group yang meng hadir kan Bubble Tea dengan harga terjangkau tanpa mengor bankan kualitas dan rasa. Kulo Group adalah pendiri dari kedai Kopi Kulo, Pochajjang Korean BBQ, dan Kitamura Shabu-shabu.

Sumber : http://koran-sindo.com/page/news/2019-09-30/2/1/Sektor_Industri_Makanan_dan_Minuman_Berpotensi_Tumbuh_Lebih_Besar