ID EN
event_note 29-Jul-2019 17:53 | account_circle Ranny M | folder_open Lain-lain | remove_red_eye 128

Komitmen Kemenperin dalam Pengelolaan Sampah Plastik


Komitmen Kemenperin dalam Pengelolaan Sampah Plastik

Pada tanggal 26 – 27 Juli 2019 Coca Cola Amatil Indonesia mengadakan Bali’s Big Eco Forum dengan Tema Sustainability for Wondeful Indonesia. Forum Diskusi lintas kementerian yang membahas pengelolaan sampah plastik di Indonesia ini digelar di Apurva Kempinski Hotel, Nusa Dua Bali.

Forum ini membahas antara lain tentang latar belakang, akibat, dan cara penanganan masalah sampah plastik. Forum ini juga melibatkan pemerintah dengan mengundang Kementerian Perindustrian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan Perencanaan dan Pengembangan Nasional sebagai narasumber. Pada pertemuan ini turut mengundang berbagai organisasi dan instansi yang terkait dengan penanganan sampah plastik dan lingkungan hidup seperti WWF, ASOBSI, APINDO, KADIN, serta PBNU.

Event yang diprakarsai oleh Coca Cola Amatil Indonesia ini selain melibatkan pemerintah, juga melibatkan para pengusaha, dan komunitas pemerhati lingkungan baik nasional maupun internasional dengan tujuan menindaklanjuti keprihatinan masyarakat global seiring pemakaian bahan plastik sebagai kebutuhan sehari-hari yang semakin meningkat, yang tidak disertai kesadaran akan bahaya limbah yang dihasilkan.

Saat ini permasalahan sampah plastik ini menjadi topik hangat masyarakat dunia. Menurut World Bank, sampah plastik yang dihasilkan per tahun kemungkinan bertambah dari 1,3 miliar ton pertahun menjadi 2,2 miliar ton pada tahun 2025. Di Indonesia persoalan sampah juga menjadi masalah yang serius. Berdasarkan data yang diperoleh dari INAPLAS dan Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, jumlah sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, dimana sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik, dan sekitar 85 ribu ton sampah plastik tersebut terbuang ke laut.

Menyikapi hal ini pemerintah Indonesia telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut, yang menegaskan rencana aksi Indonesia untuk mengurangi sampah plastik di laut, dengan menekan hasil sampah padat hingga 30% dan pengurangan sampah plastik di laut sebanyak 70% pada tahun 2025.

Kementerian Perindustrian yang diwakili oleh Dirjen Industri Agro, Abdul Rochim, memaparkan bahwa industri daur ulang plastik merupakan sektor industri penting yang memiliki keterkaitan dengan banyak industri lain dan merupakan salah satu solusi permasalahan pencemaran plastik. Pada tahun 2018 kebutuhan barang plastik sebesar 7,6 juta ton yang dipasok dari produksi nasional sebesar 6,74 juta ton dan impor sebesar 854 ribu ton. Kebutuhan bahan baku dipasok dari dalam negeri (2,33 juta ton), impor (3,66 juta ton); dan skrap/recycle (1,23 juta ton). Konsumsi per kapita masih tergolong rendah (28 kg/tahun) dan berpotensi untuk terus berkembang. Jumlah populasi industri daur ulang plastik sebanyak 1.580 perusahaan dengan investasi Rp. 5,15 triliun yang menyerap 132 ribu tenaga kerja.

Kementerian Perindustrian merekomendasikan untuk menanggulangi masalah sampah plastik dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain dengan melakukan program edukasi kepada masyarakat, pencantuman keterangan "Bisa didaur ulang"  di kemasan, melakukan penjajakan teknologi yang memungkinkan upaya daur ulang, mendorong upaya intervensi teknologi untuk pengelolaan sampah, serta melakukan upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis sampah kemasan seperti pendampingan pemulung.

Foto

WhatsApp Image 2019-07-29 at 3.15.19 PM.jpeg WhatsApp Image 2019-07-29 at 3.15.23 PM.jpeg