ID EN
event_note 13-Mar-2019 08:27 | account_circle deby S | folder_open Industri CPO | remove_red_eye 115

Sentimen Masih Belum Kuat, Harga CPO Kembali Terkapar


Sentimen Masih Belum Kuat, Harga CPO Kembali Terkapar

Bisnis.com, JAKARTA – Tidak dapat mempertahankan penguatan, harga minyak kelapa sawit (crude palm oil) ditutup terkapar pada penutupan perdagangan hari ini (12/3/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga CPO mengakhiri perdagangan di level 2.116 ringgit per ton, melemah 0,14% atau 3,00 poin. Padahal harga sawit dibuka menguat 0,38% atau 8,00 poin di level 2.127 ringgit per ton. Artinya, sejak awal tahun harga sawit sudah melemah 1,20%.

Anilkumar Bagani, Kepala Riset Broker dan Konsultan Sunvin Group di Mumbai, India, mengatakan bahwa harga sawit berjangka jatuh dalam 5 hari terakhir melanjutkan kemerosotan sepanjang tahun ini.  Menurutnya hal itu karena pasar khawatir atas tingginya stok CPO di Malaysia, produsen terbesar kedua di dunia setelah Indonesia.

“Persediaan meningkat pada Februari dari sebulan sebelumnya, bukannya berkontraksi, dan itu mengecewakan pedagang,” katanya dikutip dari Bloomberg, Senin (12/3/2019).

Ling Ah Hong, direktur konsultan perkebunan Ganling Sdn., mengatakan, cadangan sawit Malaysia harus turun di bawah 2,4 juta ton dari 3,05 juta ton saat ini agar harga naik lebih lanjut.

Harga CPO memang dibayangi bearish sehubungan dengan persediaan di Malaysia meningkat 1,3% dari bulan lalu menjadi 3,05 juta ton pada Februari. Sementara itu, ekspor terjungkal 21,4% menjadi 1,32 juta ton.

Sathia Varqa, pemilik Palm Oil Analytics di Singapura mengatakan, tumbuhnya persediaan CPO di Malaysia itu merupakan kejutan dan akan membani harga dalam jangka pendek.

“Pasar memperkirakan angka-angka sedikit bullish, tetapi data aktual terlihat sebagai bearish pada persediaan naik dan lebih dalam dari penurunan ekspor yang diantisipasi, ”katanya dikutip dari Bloomberg.

Harga sawit sempat menguat pada pembukaan perdagangan hari ini didukung oleh sentimen menguatnya permintaan. Fitch Solutions memperkirakan, produksi CPO akan ekspansi dalam keadaan laju yang lamban, sementara pertumbuhan permintaan relatif lebih kuat.

Salah satunya berasal dari pertumbuhan produksi biodiesel akan terakselerasi di Malaysia dan Indonesia untuk mendukung industri. Hal tersebut pun semacam menjadi suplemen bagi harga sawit untuk mendaki. 

( Sumber : https://market.bisnis.com/read/20190312/94/898856/sentimen-masih-belum-kuat-harga-cpo-kembali-terkapar )