ID EN
event_note 12-Mar-2019 08:39 | account_circle deby S | folder_open Industri CPO | remove_red_eye 147

Terkoreksi 4 Hari Beruntun, Harga CPO Terendah di Tahun 2019


Terkoreksi 4 Hari Beruntun, Harga CPO Terendah di Tahun 2019
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) masih terus diperdagangkan di zona merah pada hari Senin (11/3/2019).

Hingga pukul 15:00 WIB, harga CPO kontrak Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange kembali terkontraksi sebesar 0,38% ke posisi MYR 2.117/ton (US$ 517,86/ton). Hari ini merupakan hari perdagangan ke-4 dimana harga CPO terkoreksi.

Bahkan posisinya yang sekarang merupakan yang terendah di tahun 2019. Sejak awal tahun, harga komoditas agrikultur andalan Indonesia ini sudah terpangkas 0,19%. 
Rilis data oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada siang hari ini membuat pelaku pasar kembali dihantui banjir pasokan tahun ini.

Pasalnya MPOB mengatakan bahwa jumlah ekspor minyak sawit Malaysia pada bulan Februari berkurang sebanyak 21,4% menjadi hanya 1,32 juta ton dibandingkan bulan sebelumnya (MtM). Bahkan jumlah tersebut berada di bawah konsensus pasar yang memprediksi angka ekspor berada di level 1,43 juta ton.

Memang, produksi minyak sawit Malaysia juga terpangkas 11,1% MtM menjadi 1,54 juta ton pada bulan Februari dan juga lebih sedikit daripada konsensus pasar. Artinya pengurangan produksi melampaui ekspektasi pelaku pasar.

Namun karena ekspornya jatuh terlalu dalam, maka stok minyak sawit masih membukukan peningkatan bulanan sebesar 1,3%. Peningkatan stok ini merupakan kabar buruk bagi pelaku pasar, sebab mencerminkan keseimbangan fundamental (pasokan-permintaan) yang sedang timpang.

Minggu lalu, Reuters mengabarkan bahwa pelaku industri memperkirakan adanya kontraksi dari segi permintaan di pasar minyak sawit global sepanjang 2019-2020, sebagai dampak adanya kenaikan produksi domestik di India.

"secara umum, ketersediaan minyak minyak masak di India akan lebih tinggi, dan akan mengurangi ketergantungan kami terhadap minyak impor," kata Athul Chaturvedi, Direktur Adani Wilmar Ltd, salah satu perusahaan minyak nabati terbesar di India. "impor minyak masak India akan berada pada level yang mirip dengan tahun lalu [2018]."

Maraknya kampanye negatif akan minyak sawit yang disebut-sebut berperan besar dalam deforestasi di daerah tropis membuat impor produk-produk sawit di Benua Biru mendapat hambatan.

"Negara-negara Eropa bisa memperketat impor minyak sawit," kata pialang di Kuala Lumpur yang biasa memasok minyak sawit ke Eropa, mengutip Reuters. "importir tampaknya akan enggan untuk mengambil risiko."

Dari sisi lain, harga minyak kedelai kontrak Mei di bursa Chicago hari ini masih terhitung turun 0,03% yang juga membebani pergerakan harga CPO. Pasalnya kedua produk tersebut saling bersaing di pasar minyak nabati global karena sifatnya yang saling substitusi.
( Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20190311150626-17-59894/terkoreksi-4-hari-beruntun-harga-cpo-terendah-di-tahun-2019 )