ID EN
event_note 15-Feb-2019 08:14 | account_circle deby S | folder_open Industri CPO | remove_red_eye 145

Produksi Sawit Diprediksi Turun, Harga CPO Terangkat


Produksi Sawit Diprediksi Turun, Harga CPO Terangkat
Jakarta, CNBC Indonesia - Siang hari ini (14/2) harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) kembali menguat.

Hingga pukul 16:00 WIB harga CPO kontrak April di Bursa Derivatif Malaysia naik sebesar 0,93% ke posisi MYR 2.271/ton atau setara dengan US$ 557,7/ton.

Naiknya harga CPO hari ini terjadi setelah sebelumnya ditutup melemah 0,18% pada di posisi perdagangan kemarin (12/2).


Selama sepekan, harga CPO telah tergerus 0,83% secara point-to-point. Sedangkan sejak awal tahun, harga komoditas agrikultur andalan Indonesia dan Malaysia ini masih tercatat naik 7,07%.
Naiknya harga minyak sawit mentah hari ini disebabkan oleh prediksi pasar akan berkurangnya produksi sawit di bulan Februari.

"Harga naik akibat prediksi produksi," kata salah satu pelaku pasar yang berbasis di Kuala Lumpur, seperti yang dilansir dari Reuters.

Memang bila melihat pola musiman, produksi sawit akan cenderung berkurang pada kuartal I setiap tahunya.

Produksi minyak sawit Malaysia pada bulan Januari telah berkurang 3,9% menjadi 1,74 juta ton dibanding bulan sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa pola musiman berkurangnya produksi sawit telah terjadi, dan diprediksi masih akan terus berlanjut hingga bulan ini.

Pasalnya bila produksi bisa berkurang, maka keseimbangan fundamental di pasar minyak sawit dapat membaik. Efeknya, harga bisa kembali naik.

Sebagai informasi, akibat produksi sawit Indonesia dan Malaysia meningkat tajam pada tahun 2018, inventori minyak sawit menjadi melimpah dan mencapai puncaknya di akhir 2018. Hal ini membuat harga CPO sepanjang 2018 amblas 15,26%.

Selain itu, harga minyak bumi yang sudah naik tajam sejak 3 hari yang lalu juga memberi sokongan pada harga CPO.

Hari ini harga minyak jenis Brent juga masih naik 1,48%, sedangkan WTI terangkat 1,11%.

Naiknya harga minyak bumi normalnya akan memberi dampak positif bagi CPO. Sebab, CPO merupakan salah satu bahan baku pembuatan biosolar.

Namun demikian turunnya harga kontrak minyak kedelai sebesar 0,1% di pasar Chicago hari ini memberikan sedikit dorongan ke bawah bagi harga CPO. Tak heran karena minyak kedelai merupakan substitusi dari minyak sawit yang saling berkompetisi mendapatkan bagian di pasar minyak nabati dunia.
( Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20190214160058-17-55557/produksi-sawit-diprediksi-turun-harga-cpo-terangkat )