ID EN
event_note 18-Jan-2019 08:27 | account_circle deby S | folder_open Industri CPO | remove_red_eye 152

Meski Turun, Harga CPO Bakal Terdorong Kebijakan Malaysia


Meski Turun, Harga CPO Bakal Terdorong Kebijakan Malaysia
Jakarta, CNBC Indonesia - Pada penutupan perdagangan kemarin (16/1/2019) harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) di Bursa Derivatif Malaysia kontrak April 2019 amblas 0,4% ke posisi MYR 2.175/ton, setelah sebelumnya dibuka pada level MYR 2.178/ton.

Secara mingguan, harga CPO sudah terpangkas 0,32% secara point-to-point. Sedangkan performa tahunan komoditas ini tercatat minus 13,6%.
Jatuhnya harga CPO kemarin lebih didorong oleh melemahnya komoditas yang terkait. Harga minyak kedelai di pasar berjangka Chicago turun 0,3%. Minyak kedelai merupakan produk substitusi CPO, yang membuat pergerakan harganya sejalan dengan harga minyak sawit.

Di sisi lain, harga minyak sawit ini bakal terdorong sentimen kebijakan pemerintah Malaysia. Kamis ini, Menteri Industri Utama Malaysia, Teresa Kok mengatakan bahwa pemerintah Negeri Jiran ini bermaksud untuk meningkatkan jumlah minyak kelapa sawit dalam campuran biodiesel menjadi 20% pada tahun depan (2020), naik dari program B10 yang sedang berlangsung dimana penggunaan minyak sawit dipatok pada level 10%, seperti dikutip dari Reuters.

Dari sisi harga, Malaysian Palm Oil Board (MPBO) memperkirakan harga rata-rata CPO tahun ini akan naik hingga berada pada level MYR 2.500/ton.
( Sumber :https://www.cnbcindonesia.com/market/20190117094226-17-51073/meski-turun-harga-cpo-bakal-terdorong-kebijakan-malaysia )