ID EN
event_note 16-Jan-2019 16:39 | account_circle Ranny M | folder_open Lain-lain | remove_red_eye 395

Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Wilayah Sulawesi


Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Wilayah Sulawesi
Hari ini Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Plt Dirjen Industri Agro Achmad Sigit Dwiwahjono beserta Pejabat Tingkat Eselon 1 dan 2 Kemenperin melakukan  Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri dalam rangka membangun Link & Match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Industri di PT Kawasan Industri Makasar (KIMA). Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupakan fokus dari Pembangunan Nasional, sehingga  berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi perlu dilakukan secara lebih masif. Peningkatan Kompetensi SDM menjadi salah satu program prioritas karena dapat memacu produktivitas dan daya saing sektor Industri Nasional terutama agar siap menghadapi perkembangan industri 4.0.

Pada tahap ketujuh ini, Kemenperin melibatkan 40 perusahaan industri dan 109 SMK, dengan jumlah kesepakatan kerja sama yang ditandatangani sebanyak 188 perjanjian karena satu SMK dapat dibina lebih dari satu perusahaan industri, sesuai program keahlian di SMK tersebut. Total sejak diluncurkan pada tahun 2017, Kemenperin telah menggandeng 648 industri dan 1.862 SMK dengan 3.289 perjanjian kerja sama yang ditandatangani. Hingga tahun 2019 nanti, program ini ditargetkan dapat menggaet sebanyak 2.685 SMK dan 750 perusahaan.


Beberapa program pendidikan vokasi yang akan dijalankan diantaranya kompetensi sistem ganda atau dual system yang diselenggarakan di seluruh unit pendidikan milik Kemenperin, yakni 9 SMK, 10 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas. Selain itu Kemenperin juga menyelenggarakan program pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan Kerja) yang ditargetkan dapat menjaring 72.000 peserta pada tahun ini, serta program Diploma I yang lulusannya langsung terserap bekerja di industri dengan target 600 mahasiswa. Selain itu, Diklat 3 in 1 ini juga memfasilitasi bagi para penyandang disabilitas di Solo. Setidaknya, akan dilatih 300 orang penyandang disabilitas pada tahun 2019.

"Pada dasarnya ini adalah investasi industri terhadap SDM, karena jika pendidikan vokasi yang ada di Indonesia bisa menghasilkan SDM yang kompeten sesuai kebutuhan industri, maka benefit tersebut akan kembali kepada perusahaan industri," kata Menperin.

Foto

WhatsApp Image 2019-01-16 at 4.02.45 PM(1).jpeg WhatsApp Image 2019-01-16 at 4.02.45 PM.jpeg