ID EN
event_note 03-Jan-2019 08:21 | account_circle deby S | folder_open Industri CPO | remove_red_eye 138

Tahun Baru, Harga CPO Dibuka Menguat


Tahun Baru, Harga CPO Dibuka Menguat
Jakarta, CNBC Indonesia- Pada sesi perdagangan hari pertama 2019 (2/1/2019) harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) kontrak Maret 2019 pada di Bursa Derivatif Malaysia kembali melesat naik. 

Hingga pukul 16:00 WIB, harga CPO naik sebesar 2,17% ke level 2.167 MYR/ton, setelah sebelumnya bertahan di posisi 2.121 MRY/ton hingga akhir 2018. Kenaikan pada hari ini sukses membawa harga CPO ke level tertinggi dalam 2 minggu terakhir.

Naiknya harga CPO hingga hari ini masih didominasi oleh sentimen yang berasal dari India. Pada hari senin (31/12/2018), pemerintah India mengumumkan pemotongan bea impor CPO dari negara-negara di Asia Tenggara yang efektif berlaku mulai 1 Januari 2019. 

Bea impor minyak sawit mentah turun dari 44% ke 40%, sedangkan untuk hasil olahan minyak sawit turun dari 54% ke 45%.

Turunnya nilai bea impor CPO dan olahannya ini mampu mendongkrak harga komoditas ini. Pasalnya, India merupakan negara dengan jumlah impor CPO terbesar di dunia dengan nilai 15,5 ton per tahun. Dengan bea impor yang semakin murah, sudah sewajarnya permintaan akan meningkat.
 
Namun demikian, traders memprediksi kenaikan harga CPO akibat pemotongan bea impor India tidak akan berlangsung lama, seperti yang dilansir Reuters. Sebab, cadangan CPO di Asia Tenggara masih tinggi.
 
Sebut saja Malaysia yang mencatatkan peningkatan cadangan cadangan minyak kelapa sawit dari bulan Mei 2018 hingga mencapai puncaknya pada November 2018 sebesar 3,01 juta ton.
 
Sama halnya dengan Indonesia yang mencatatkan cadangan akhir minyak kelapa sawit naik sebesar 30,47 secara tahunan (y-o-y) ke 4,41 juta ton.
 
Melambungnya cadangan minyak kelapa sawit kedua negara penghasil terbesar merupakan andil dari meningkatnya produksi. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan tingkat produksi minyak kelapa sawit RI meningkat 2,04% secara bulanan pada bulan Oktober 2018 ke angka 4,51 juta ton. Capaian itu merupakan yang tertinggi di tahun ini.
 
Sedangkan, produksi CPO di Malaysia juga bertambah 4 bulan berturut-turut hingga bulan Oktober 2018, menjadi 1,96 juta ton.
 
Mengutip Reuters, produksi kedelai di India bahkan diramal meningkat 20% secara tahunan (year-on-year/YoY) ke angka 10 juta ton pada periode Oktober 2018-Oktober 2019. Selain itu, jumlah lahan di India yang ditanami kedelai juga diekspektasikan meningkat menjadi 11,1 juta hektar di periode yang sama, dari sebelumnya 10,2 juta hektar.
 
Minyak kedelai yang merupakan salah satu produk substitusi minyak kelapa sawit memang menjadi ancaman untuk CPO. Meninkatnya cadangan minyak kedelai dapat membuat harga CPO tertekan.
( Sumber :https://www.cnbcindonesia.com/market/20190102162720-17-48786/tahun-baru-harga-cpo-dibuka-menguat )