ID EN
event_note 28-Dec-2018 09:46 | account_circle deby S | folder_open Industri Kakao | remove_red_eye 131

Pengembangan komoditas kakao dan kelapa tahun 2019 justru menurun


Pengembangan komoditas kakao dan kelapa tahun 2019 justru menurun

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus mengembangkan berbagai komoditas perkebunan di tahun 2019 mendatang. Beberapa di antaranya adalah kakao, kelapa serta karet.

Meski terus dikembangkan, tetapi pengembangan komoditas kakao dan kelapa di tahun depan justru mengalami penurunan dibandingkan tahun ini.


Di 2019, total pengembangan kakao seluas 7.730 hektare (Ha). Pengembangan tersebut terbagi atas peremajaan seluas 6.560 Ha dengan anggaran sebesar Rp 84,53 miliar dan perluasan lahan seluas 1.170 Ha dengan anggaran Rp 15,03 miliar.

Bila dibandingkan dengan tahun ini, pengembangan komoditas kakao seluas 11.800 Ha, di mana pengembangan tersebut terbagi atas ekstensifikasi seluas 1.030 Ha, peremajaan seluas 8.690 Ha, dan perluasan seluas 2.080 Ha.

Sementara, pengembangan komoditas kelapa di tahun depan hanya seluas 13.900 Ha, yang terbagi atas peremajaan seluas 12.500 H dengan anggaran Rp 32,28 miliar dan perluasan seluas 1.400 Ha dengan anggaran Rp 4,08 miliar.

Tahun ini, pengembangan komoditas kelapa seluas 27.350 Ha yang terbagi atas peremajaan seluas 16.470 Ha dan perluasan seluas 880 Ha.

Irmijati R. Nurbahar, Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Kementerian Pertanian (Kemtan) mengakui, adanya penurunan pengembangan komoditas kakao dan kelapa disebabkan oleh terbatasnya anggaran yang diterima Direktorat Jenderal Perkebunan di tahun mendatang.

"Itu turun jika dibandingkan tahun lalu, karena ketersediaan anggaranya ya segitu saja, jadi menyesuaikan alokasi anggaran," tutur Irmijati, Kamis (27/12).

Padahal, menurut Irmijati, pengembangan kakao dan kelapa untuk lima tahun ke depan masing-masing diperlukan sekitar 500.000 Ha. Hingga saat ini, luas lahan kelapa seluas 3,65 juta hektare dan luas lahan kakao sebesar 1,68 juta Ha.


Berbeda dengan Kakao dan Kelapa, pengembangan komoditas karet di tahun depan justru meningkat dibandingkan tahun ini. Tahun lalu, pengembangan komoditas karet seluas 5.260 Ha dimana luas intensifikasi seluas 3.170 Ha dan lahan yang diremajakan seluas 2.090 Ha.

Tahun depan, target pengembangan karet seluas 6.010 Ha di mana untuk peremajaan seluas 5.210 Ha dan untuk perluasan sebesar 800 Ha. Meski meningkat, namun angka ini masih terbilang kecil.

Pasalnya, dalam jangka 5 tahun mendatang, dibutuhkan peremajaan seluas 700.000 Ha untuk komoditas karet.

"Ini dengan melihat kondisi tanaman yang tua dan yang rusak, yang produktif sudah harus masuk," ujar Irmijati. Sementara, luas lahan yang tertanami karet hingga saat ini sekitar 3,6 juta Ha.

( Sumber : https://industri.kontan.co.id/news/pengembangan-komoditas-kakao-dan-kelapa-tahun-2019-justru-menurun )