ID EN
event_note 17-Sep-2018 15:48 | account_circle Ranny M | folder_open Laporan | remove_red_eye 252

Laporan Survey Pameran ANUGA 2017


Pameran ANUGA merupakan salah satu pameran makanan dan minuman Internasional terbesar di dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali dan pertama kali diadakan pada tahun 1919 di Stuttgart Jerman setelah itu pada tahun 1920 diselenggarakan di Munich, Hannover (1921), Berlin (1922) dan Magdeburg (1923). Pada tahun 1924 pelaksanaan pameran tersebut pindah ke Cologne hingga saat ini. Kementerian Perindustrian dalam hal ini Ditjen Industri Agro pertama kali mengikuti pameran ANUGA yaitu pada tahun 2015, dengan membangun Paviliun Indonesia seluas 114,50 M² dan diisi 15 perusahaan makanan dan minuman yang mempromosikan berbagai produk seperti olahan ikan, makanan ringan, teh, kopi, minuman ringan, produk coklat olahan, tepung premix dan bahan makanan organik. Pada pameran Anuga 2015, Paviliun Indonesia dapat membukukan potensial transaksi sebesar USD 2.444.700 dan transaksi on the spot sebesar USD. 11. 642.000.

Keikutsertaan Ditjen Industri Agro dalam pameran Anuga kali ini dinilai cukup sukses. Paviliun Indonesia cukup ramai, dikunjungi oleh lebih dari 3000 pengunjung, baik pengunjung dari Jerman maupun dari negara lainnya seperti  Inggris, China, Jepang, Iran, USA, Ukraina, India, UAE, Singapura, Malaysia, Korea yang merupakan Buyer potential, Eksportir dan Importir. Transaksi yang berlangsung antara peserta pameran dengan buyer maupun potential buyer cukup tinggi. Berdasarkan hasil rekap form transaksi yang dicapai 18 perusahaan yang difasilitasi oleh Ditjen Industri Agro  mencapai USD 2.653.250 (on location transaction)  dan meskipun jumlah ini menurun dibandingkan dengan Anuga 2015 yang mencapai USD 11.642.000, transaksi potensial buyer mencapai USD 8.465.479 (potential buyer) meningkat dibandingkan tahun 2015 mencapai USD 2.444.700. Pada pameran Anuga 2017 produk yang banyak diminati dan dicari para buyer adalah hasil olahan ikan, spices, produk organik dan halal yang memenuhi persyaratan food safety, food labeling dan food packaging dan para peserta Anuga 2017 di Paviliun Indonesia semuanya mampu memenuhi persyratan tersebut karena mereka sudah memiliki wawasan dan pengalaman di Pasar Eropa.

Berdasarkan hasil evaluasi kuisioner yang diisi peserta di lokasi pameran ANUGA 2017, dapat disimpulkan bahwa para peserta puas dengan koordinasi antara panitia, EO dan peserta pameran dalam masa persiapan pameran (sebelum keberangkatan), selama pameran serta performa EO yang ditunjuk Ditjen Industri Agro. Untuk letak, penataan booth dan desain Paviliun Indonesia, rata – rata para peserta  cukup puas. Sedangkan untuk hasil penjualan, kualitas pameran ANUGA serta fasilitas yang diberikan oleh Ditjen Industri  Agro, tingkat kepuasan peserta adalah sangat puas.

Dari Hasil Kuisioner, para peserta juga menyarankan supaya Ditjen Industri Agro untuk mempromosikan produk para peserta pameran ANUGA di PAviliun Indonesia melalui media social linkedin,  twitter serta melalui kerjasama dengan ITPC. Hal ini sebenarnya sudah dilaksanakan oleh Ditjen Industri Agro dengan mempromosikan produk para peserta pameran ANUGA lewat twitter resmi Kemenperin khusus pameran internasional yaitu @IndustryGGlobal. Sedangkan untuk kerjasama dengan ITPC di Jerman, Ditjen Industri Agro selalu berkoordinasi dengan ITPC melalui KBRI di Jerman dalam hal pemilihan lokasi paviliun dimana Stand Ditjen Industri Agro selalu dibangun berdekatan dengan stand ITPC.

Keluhan yang disampaikan peserta seperti kurang strategisnya lokasi Paviliun, jumlah meja dan kursi di setiap stand akan kedepannya akan diperbaiki oleh Ditjen Industri Agro. Berkaitan dengan kurang strategisnya lokasi Paviliun hal ini disebabkan dengan pemesanan lokasi pameran yang strategis harus 1 (satu) tahun sebelum pelaksanaan sedangkan sistem anggaran pemerintah belum dapat mengakomodir ketersediaan penganggaran suatu kegiatan untuk 1 (satu) tahun kedepan.

Untuk pameran internasional selanjutnya, Ditjen Industri Agro akan memfokuskan pada negara – negara tujuan ekspor non tradisional seperti negara – negara di timur tengah, Afrika, Rusia dan Eropa timur dengan tujuan untuk membuka pasar baru di negara – negara tersebut yang diketahui mempunyai potensi pasar besar yang belum dioptimalkan.

Dokumen