05-Mar-2012 13:00 indri Industri Minuman 10551

Akasha Wira Mulai Produksi Air Minum Kemasan Merek Sendiri


Akasha Wira Mulai Produksi Air Minum Kemasan Merek Sendiri

Senin, 05 Februari 2012

JAKARTA (IFT) - PT Akasha Wira International Tbk (ADES), emiten dengan bisnis inti air minum kemasan, mulai memproduksi air minum kemasan dengan merek sendiri, yaitu Vica Royal, menurut manajemen perusahaan. Pengembangan merek sendiri dilakukan seiring perubahan kontrak produksi perseroan yang diperoleh dari PT Coca-Cola Indonesia untuk air minum dalam kemasan bermerek Ades.

Wishnu Adji, Sekretaris Perusahaan Akasha Wira, mengatakan perseroan tidak memproduksi merek Ades milik Coca-Cola dalam kemasan galon sesuai kontrak produksi di 2012. "Akasha Wira masih memproduksi Ades sesuai dengan kebutuhan Coca-Cola dengan kemasan 350 mililiter, 600 mililiter, dan 1.500 mililiter," ujarnya kepada IFT.

Selain kontrak produksi air minum kemasan bermerek Ades, perseroan juga memproduksi merek lain yaitu Nestle Pure Life milik Nestle SA untuk kemasan premium. Wishnu menjelaskan kontribusi penjualan air minum kemasan merek Nestle Pure Life meningkat pada tahun lalu. Bahkan, penjualan air minum kemasan merek Nestle Pure Life tahun lalu mampu melampaui target perseroan.

Akasha Wira juga akan meningkatkan kontribusi penjualan segmen kosmetik yang baru dijalani perusahaan pada 2011. Agoes Soewandi Wangsapoetra, Direktur Utama Akasha Wira, sebelumnya mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan di 2011 sebesar 65% menjadi Rp 360 miliar dibanding 2010.

Peningkatan penjualan didukung oleh pertumbuhan penjualan pada bisnis kosmetik dengan target kontribusi mencapai 50%. Peningkatan penjualan juga didukung pertumbuhan bisnis air minum dalam kemasan yang ditargetkan sebesar 10%. Tahun ini perseroan akan mempertahankan pertumbuhan penjualan sebesar 10% di segmen air minum dalam kemasan.

Harga saham Akasha Wira pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu naik 1,9% menjadi Rp 1.070 dibandingkan sehari sebelumnya.

Penjualan air minum dalam kemasan secara nasional pada 2012 diperkirakan naik 10,6% menjadi 19,8 miliar liter dibanding proyeksi 2011 sebesar 17,9 miliar liter, menurut asosiasi industri. Pertumbuhan jumlah penduduk, kesadaran masyarakat perihal air minum sehat, serta tren konsumsi praktis mendorong konsumsi air minum dalam kemasan.

Hendro Baruno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin), mengatakan pertumbuhan penjualan air minum dalam kemasan kurun 2011-2012 diperkirakan lebih rendah dibandingkan periode 2010-2011. "Hal itu karena banyak rencana investasi produsen yang masih terkendala sejumlah masalah, seperti pembelian mesin, penentuan lokasi sumber bahan baku, dan lainnya," kata dia kepada IFT.

Penjualan air minum kemasan pada 2010 mencapai 14,5 miliar liter. Angka tersebut kemudian naik 23,4% menjadi 17,9 miliar liter di 2011. Pertumbuhan penjualan air minum kemasan tersebut dipengaruhi kondisi musim kemarau yang cukup panjang. Kenaikan konsumsi terutama berasal dari ukuran galon yang sebagian besar dipasok ke rumah tangga dan perkantoran. Pertumbuhan penjualan di 2011 melebihi target awal asosiasi sebesar 16,7 miliar liter.

BY SAFREZI FITRA

(Sumber: http://www.indonesiafinancetoday.com)

blog comments powered by Disqus