ID EN
event_note 24-Apr-2011 00:31 | folder_open Industri Hilir Kelapa Sawit | remove_red_eye 1591

Pabrik bioetanol Gempolkrep beroperasi November 2012


Pabrik bioetanol Gempolkrep beroperasi November 2012

JAKARTA Pembangunan pabrik bioetanol Gempolkrep Mojokerto milik PTPN X berkapasitas 330.000 kiloliter senilai US$25,5 juta ditargetkan mulai beroperasi pada November 2012.

Project Manager Bioethanof PTPN X Nur Iswanto mengatakan proyek itu telah memasuki tahap penyelesaian pekerjaan engineering. Pekerjaan konstruksi membutuhkan waktu 13 bulan untuk selanjutnya masuk ke tahap commissioning selama 2 bulan.

"Kemungkinan bisa produksi komersial pada pertengahan November 2012," ungkapnya baru-baru ini.

Sebagian investasi proyek itu merupakan dana hibah dari konsorsium Tsukishima Kikai, Sapporo Engineering dan Marubeni Corporation.

Proyek hibah yang dirintis sejak 2 tahun lalu disalurkan melalui New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO).

Dia menjelaskan bioetanol yang diproduksi akan dimanfaatkan untuk sub-stitusi bahan bakar minyak di dalam negeri. Dalam jangka panjang penggunaan bioetanol bisa ditingkatkan untuk sektor industri hilir lain, seperti kosmetik dan farmasi.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Ke-menperin Panggah Susanto mengatakan dalam proyek ini NEDO akan menyediakan hibah berupa peralatan mesin pengolah molases menjadi bioetanol senilai USS16 juta. PTPN X sebagai mitra lokal menyediakan investasi sebesar US$9,5 juta.

Dia mengatakan pabrik PTPN X tersebut akan menghasilkan 330.000 kiloliter per tahun dengan memanfaatkan sekitar 105.000-H5.00O ton molases dari pabrik gula Gempolkrep Mojokerto, Jawa Timur.

Perwakilan NEDO Eiji Ohira menambahkan melalui kerja sama ini pihaknya akan memberikan bantuan peralatan dan melakukan pemasangan di pabrik.

Selain itu, tuturnya, Jepang siap mengontribusikan kapasitas dan sumber daya yang dimiliki bagi pemanfaatan dan-peningkatan teknologi bioetanol di Indonesia.

(Sumber: Bisnis Indonesia - bataviase.co.id, 23 April 2011)