16-Sep-2013 08:33 Arief Yuswiyanto Industri Rotan 231

Prospect Indonesia Siap Budidayakan Pohon Rotan


Prospect Indonesia Siap Budidayakan Pohon Rotan

SURABAYA - Lembaga pelestarian rotan Prospect Indonesia tahun ini menyiapkan pembudidayaan 100.000 pohon rotan di sentra tanaman tersebut di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Pengadaan bibitnya dikerjasamakan dengan Balai Penelitian Hasil Hutan Non Kayu Bogor

Project Director Prospect Indonesia Listoman Tanjung mengatakan tanaman rotan Indonesia semakin terancam punah, karena komoditas tersebut selama ini tidak dibudidayakan, melainkan ditebang dari hutan (rotan alam).

Menurut dia, petani di sentra produksi rotan di luar Jawa selama ini tidak melakukan penanaman, melainkan hanya menebang dari hutan. Sedangkan kebutuhan bahan baku rotan di kalangan industri mebel di pulau Jawa cukup besar, terutama guna memenuhi kebutuhan pasar internasional.

“Konsumen di mancanegara, terutama di Eropa mempersyaratkan produk mebel rotan ramah lingkungan (green product), yakni menggunakan bahan baku rotan hasil penanaman. Untuk itu, kami membantu pelestarian rotan dengan menyediakan 100.000 bibit tahun ini,” ujarnya di Sidoarjo, Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan saat membahas permasalahan industri rotan dari hulu hingga hilir bersama Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan Indonesia (AMKRI) Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur, Dinas Kehutanan (Dishut) Jawa Timur, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop & UMKM) Jawa Timur.

Listoman menambahkan bibit rotan sebanyak 100.000 batang itu akan diserahkan para petani di Aceh, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Diantaranya 30.000 bibit telah dibudidayakan di Katingan (Kalimantan Tengah), Aceh dan Palu (Sulawesi Tengah).

“Kami bekerja sama dengan Balai Penelitian Hasil Hutan Non Kayu Bogor untuk pengadaan bibit rotan, dengan memungut biji rotan dari hutan dan disemaikan. Bibit umur 6 bulan baru dapat dipindahkan untuk ditanam,” tuturnya.

Prospect Indonesia yang berkantor di Bandung, Jawa Barat, dalam menjalankan kegiatannya memperoleh dukungan dana dari Uni Eropa. Lembaga tersebut bernaung di bawah Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK) Bandung.


(Sumber : Bisnis.com)

blog comments powered by Disqus