ID EN
event_note 05-Apr-2011 05:24 | folder_open Industri Buah | remove_red_eye 1825

Dewan Teh Sertifikasi Kebun Teh Rakyat


Dewan Teh Sertifikasi Kebun Teh Rakyat

BATANG. Untuk meningkatkan daya saing teh rakyat, Dewan Teh Indonesia (DTI) akan membuat program sertifikasi kebun teh rakyat. Dengan menggandeng National Reference Group (NRG), DTI membuat sertifikat teh lestari (sustainable certificate) untuk petani.

Rachmat Gunadi, Ketua Bidang Industri DTI, mengatakan, sertifikasi tersebut diprioritaskan untuk petani kecil (smallholder). Soalnya, selama ini, petani kecil itu memiliki kualitas teh yang beragam. Sehingga, produksi teh mereka sulit masuk ke pasar ekspor. “Harga teh petani itu tergolong masih murah,” ujar Rachmat, di sela-sela peluncuran Sertifikasi Teh Lestari, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (31/3).

Harapan Rachmat, sertifikasi tersebut akan meningkatkan kualitas kebun teh rakyat. Jika kualitas membaik, maka produk teh rakyat itu bisa menembus pasar ekspor terutama negara-negara di Eropa. Asal tahu, pasar Eropa sangat doyan mengkonsumsi teh lestari yang ramah lingkungan.

Untuk mendapatkan sertifikat itu, petani perlu mendapat pelatihan dan pendampingan sejak dari menanam hingga memetik teh. Jika standar tersebut sudah terpenuhi, maka petani berhak membawa pulang sertifikat itu.

Saat ini, sertifikasi teh tersebut baru pada tahap ujicoba yaitu di empat kabupaten yang meliputi Kabupaten Batang, Cianjur, Sumedang dan Bandung Barat. DTI memperkirakan biaya sertifikasi satu kebun kurang dari Rp 15 juta.

Petani berharap, sertifikasi tersebut bisa menaikan harga jual teh mereka. Soalnya, menurut Endang Sopari, Wakil Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo), harga teh petani belum bisa menyejahterakan mereka.

Ia berharap, program sertifikasi teh bisa meningkatkan pengetahuan petani sehingga bisa mengelola kebun teh dengan baik. Dengan demikian, teh mereka dihargai lebih baik sehingga kesejahteraannya meningkat.

Saat ini harga jual teh milik petani hanya Rp 1.600- Rp 1.700 per kilogram (kg). Di Jawa Tengah harga teh hanya Rp 1.250 per kg. Harga teh itu bahkan anjlok hingga Rp 800 per kg saat musim panen teh tiba.

(Sumber: arsipberita.com, kontan, 3 April 2011)